” TAMBORA MENYAPA DUNIA 2015 ” NANJAK BARENG IV GUNUNG TAMBORA & GUNUNG RINJANI ( Dalam Rangka Memperingati Dua Abad Meletusnya Gunung Tambora )

Flyer

Assalamuallaikum Wr.Wb
Sahabat penggiat alam..
Kami selaku panitia pelaksana Nanjak Bareng IV Gunung Tambora & Gunung Rinjani ingin menggajak Rekan² semua berpartisipasi dalam rangka Memperingati Dua Abad Letusan Gunung Tambora dengan tujuan GN.TAMBORA – GN. RINJANI Yang Insyaallah akan di selenggarakan pada tanggal
5 april- 20 april 2015
Tujuan diadakanya EVENT ini adalah semata mata untuk mempererat tali SILLATURAHMI Antar sesama PENGGIAT ALAM..
Sekira nya Sahabat penggiat alam bisa menyempatkan diri dalam acara terserbut.
JALUR PENDAKIAN :
TAMBORA : PANCASILA
RINJANI:
Start Sembalun turun Senaru
TEKNIS PENDAFTARAN :
• Peserta terbuka untuk umum dan kuota terbatas (35 orang).
IDR Rp. 2.850.000
• Calon peserta di wajibkan untuk membayar DP sebesar Rp.850.000

  • Fasilitas
    • Transport Bus AC Executive Jakarta-Gn.Tambora
    • Transport Bus AC Executive Gn. Tambora-Gn Rinjani
  • Simaksi Gn.Tambora
  • Simaksi Gn. Rinjani
  • Wisata Gilitrawangan
  • Makan Selama perjalan an 12x
  • T-Shirt
  • Doorprize
  • Souvenir
  • Bandana
  • Stiker
  • Dokumentasi
  • Dll
  • Biaya bisa dibayar secara berangsur (max. 4 kali)
    • Pembayaran Bisa lewat Tranver Ke BRI BRI 0927 01 024245 53 7 A/n Aprianto Putra atau ketemuan langsung COD Dengan Alamat Basecamp Jakarta: Jl. Swadaya VIII Rt. 13 Rw. 01 No. 10A Duren Sawit Jakarta Timur
    • Peserta yang memiliki penyakit khusus (asma, hipertensi, jantung, diabetes, epilepsy, DLL ) dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan mempersiapkan obat obatan pribadi.
    • Setiap peserta wajib membawa surat dokter.
    • Setiap peserta wajib membawa Photo Copy KTP 3 ( Tiga ) Lembar
    • Panitia tidak menanggung makan peserta selama pendakian.
    • Peserta Membayar Biaya keikutsertaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku paling lambat Tgl. 15 Maret 2015 sebesar 850.000
    • Untuk calon peserta yang berada di luar Jakarta bisa melakukan koordinasi dengan panitia tentang hal pemberangkatan.
    PERLENGKAPAN WAJIB PESERTA :
    • Carriel Min.60 liter.
    • Jaket (pakaian hangat).
    • Senter/lampu badai/alat penerangan lainnya.
    • Jas Hujan/Ponco/Raincoat (wajib)
    • Slipping Bag (Kantong tidur)
    • Logistik/makanan selama di pendakian
    • Obat – obatan pribadi
    • Makanan kecil atau snack selama pendakian
    • Tenda Dome (*)
    • Perlengkapan Masak + Makan
    • Webbing / tali (jika perlu)
    • Sarung tangan
    • Sepatu Trekking (dianjurkan)
    • Kaos kaki secukupnya
    • Pakaian Secukupnya disesuaikan dengan Lama Berpetualang/pendakian
    • Perlengkapan Lainnya sesuai kebutuhan
    • Sunglass, Payung, Topi Rimba
    • Gaiter
    (*) Bagi peserta yang tidak mempunyai perlengkapan yang dimaksud, diharapkan untuk memberi tahu panitia.
    KONFIRMASI PENDAFTARAN :
    Seluruh peserta harap melakukan konfirmasi ulang sebelum tgl
    1 maret 2015, bagi yang melewati batas pendaftaran dan tidak ada konfirmasi dianggap BATAL, DP tidak dapat dikembalikan tetapi diganti dengan atribut
    KETERANGAN LAIN-LAIN :
    1. Peserta yang memiliki tenda memperkenankan peserta lain yang tidak membawa tenda untuk bergabung.
    2. Jadwal acara bersifat tentative dan sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi di lapangan (seperti, kondisi alam yang tidak memungkinkan untuk didaki, karena aktivitas vulkanik gunung sedang meningkat dan bisa menimbulkan bermacam resiko)
    3. Dilarang keras membawa NARKOBA dan MINUMAN KERAS selama mengikuti trip
    KET : Acara Sewaktu – Waktu Dapat Berubah, Tergantung Keadaan Di Lapangan..

    Intinerary Nanjak Bareng IV Gunung Tambora – Gunung Rinjani
    5-20 April 2015

 

JALUR PENDAKIAN :
Gunung Tambora : Pancasila
Rinjani: Start Sembalun turun Senaru

–Sabtu Tgl 5 April : Berangkat menuju desa pancasila ( Meeting Point PO Safari Dharma )

Kebayoran lama Jam 10.WIB ( Info Keberangkatan Aprianto Putra 083180410328 )

–Minggu Tgl 6 April : Dalam Perjalan an

–Senen Tgl 7 April : Dalam Perjalan an

— Selasa Tgl 8 April : Tiba di desa pancasila

— Rabu Tgl 9 April : Pukul 07.00 Start pendakian menuju pos 3 Pukul 17.00 tiba di pos 3 Istirahat dan bermalam

– – Kamis Tgl 10 April : Pukul 01.00 WITA bangun Isoma persiapan pendakian menuju puncak tambora, Pukul 03.00 WITA

  • 00 – 07.00 Wita Start Pendakian menuju puncak tambora
  • 00- 10.00 Menikmati pemandangan gunung tambora, Isoma
  • 00 WITA Kembali turun menuju pos 3 kembali bermalam

–Jumat tgl 11 April :

  • 00 persiapan menuju desa pancasila
  • 00 tiba di desa pancasila, isoma
  • 00 bercerita kesan-kesan selama pendakian,acara bebas, istirahat

— Sabtu Tgl 12 April :

  • 00 persiapan menuju Lombok

— Minggu Tgl 13 April :

  • 00 Start pendakian Rinjani
  • 00 Tiba di pos 3, isoma,camp

— Senen Tgl 14 April :

  • 00 persiapan melanjutkan perjalan menuju Plawangan Sembalun
  • 00 Start Pendakian
  • 00 Tiba di Plawangan Sembalun,Isoma, camp

— Selasa Tgl 15 April :

  • 00 persiapan pendakian
  • 00 Start pendakian menuju puncak rinjani
  • 00-07.00 Menikmati pemandangan gunung rinjani
  • 00 Kembali turun menuju plawangan sembalun
  • 00 Isoma
  • 00 menuju danau segara anak
  • 00 Tiba segara anak,isoma,camp

–Rabu Tgl 16 April :

  • 00 Menuju senaru
  • 00 Tiba di pos senaru,isoma

–Kamis Tgl 17 April :

  • 00 Persiapan menuju gili trawangan
  • 00 Tiba di gilitrangan, isoma

–Jumat Tgl 18 April :

  • 00 Menuju Jakarta

— Sabtu Tgl 19 April :

  • Dalam Perjalan an

–Minggu Tgl 20 April

  • tiba di jakarta

Sampai jumpa di pendakian berikut nya..salaamm
Terima Kasih..
wassalamualaikum wr wb..

Estafet Nusa Tenggara Barat – Jawa

30 Juli 2014, waktu yang terasa sangat singkat ketika kami meninggalkan kota Padang menuju ibu kota Jakarta.  Kesepian ibu kota pada saat suasana lebaran tidak merubah kebesaran hati ketika detik-detik awal perjalanan ini dimulai. Menghabiskan waktu selama tiga hari di kota Jakarta mempersiapkan segala bentuk kebutuhan yang dibutuhkan selama diperjalanan nantinya, terutama fisik.

Banner“Estafet NTB-Jawa pendakian bersama Gunung Rinjani dan Gunung Semeru”, itulah nama event kami yang telah direncanakan sudah semenjak setahun yang lalu dengan kawan-kawan di salah satu forum yang memiliki nama “Mountaineer Sharing Association”. Event ini telah di atur jadwalnya akan menghabiskan waktu sekitar kurang lebih dua puluh hari. Perjalanan yang lumayan panjang karena kami menggunakan transportasi via darat.

Gunung Rinjani yang terletak di pulau Lombok itulah tujuan pertama dalam perjalanan ini. Membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk bisa tiba di pulau Lombok dari Jakarta dengan jasa transportasi kereta api, bus dan kapal. Gunung Rinjani yang memiliki ketinggian 3726 meter diatas permukaan laut ini merupakan salah satu gunung api tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci yang terletak di provinsi Jambi. Kalau soal keindahan gunung ini tak usah di ragukan lagi, siapa yang tak kenal dengan gunung Rinjani dengan berjuta keindahannya. Apalagi setelah melihat keindahan danau Sagara Anak dan Gunung Baru Jari yang terletak disisi tepi danau tersebut. Untuk mendaki gunung Rinjani terdapat dua jalur umum yaitu via jalur Sembalun dan jalur Senaru.Gunung ini sangatlah indah tapi rasa capek yang didapat juga sangat, karena jalurnya yang lumayan rumit. Tapi semua rasa capek dan lelah tersebut terobati setelah saya dan rekan-rekan lainnya berhasil berdiri di puncak tertingginya. Suatu rasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata setelah kami semua berhasil menggapai puncaknya. Mungkin bagi kaum pendaki lainnya puncak Rinjani adalah sesuatu yang biasa, tapi bagi kami itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Karena kami dari daerah yang sangat berjauhan dan hanya bisa sesekali menginjakkan kaki di puncaknya.

Gunung Rinjani

Mountaineer Sharing AssociationMenghabiskan waktu selama lima hari empat malam di gunung Rinjani, esoknya kami melanjutkan perjalanan ke salah satu pulau kecil yang sangat eksotis di Lombok, yaitu Gili Trawangan. Gili Trawangan merupakan salah satu Gili yang paling sering dan ramai di kunjungi oleh turis asing maupun turis lokal diantara Gili lainnya, yaitu Gili Air dan Gili Menok. Penyebrangan ke Gili Trawangan hanya membutuhkan biaya sebesar lima belas ribu rupiah dan waktu sekitar setengah jam dari Lombok. Pulau ini juga terkenal dengan daerah “No polusi No polisi”, karena di Gili Trawangan tidak didapati dan tidak diperbolehkan adanya kendaraan bermotor. Semua pendatang hanya menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk mengelilingi pulau. Pulau yang indah juga bersih pantainya dan juga banyak terdapat bidadari pirang berkeliaran. Hehehe 😀

Jalan-Jalan (9)

Gili (29)

Gili (22)

 

 

 

Semalam berlalu di Gili Trawangan saya beserta rombongan segera bersiap untuk menuju ke pulau Jawa, melanjutkan trip ke gunung Semeru. Berat rasanya meninggalkan Lombok nan indah ini, dari gunung rinjaninya maupun Gili Trawangannya. “Lombok I love you”, sorak kami sambil bernyanyi.  Menyebrang ke pulau Bali dan setelah itu menyebrang kembali ke pulau Jawa, sampailah kami di kota Banyuwangi. Gunung Semeru berada di kota Malang, dari Banyuwangi menuju Malang kami menggunakan jasa transportasi bus. Setibanya di kota Malang tepatnya di pasar tumpang kami memutuskan untuk beristirahat dulu semalam dirumah salah satu pemilik mobil jeep yang juga akan mengantarkan saya beserta rombongan menuju Ranupani esok pagi. Ranupani merupakan desa terakhir sebelum jalur pendakian gunung Semeru. 3676 meter diatas permukaan laut merupakan ketinggian dari gunung Semeru. Gunung Semeru juga termasuk salah satu gunung api tertinggi ketiga di Indonesia setelah gunung Kerinci dan Rinjani dan Mahameru puncak dari gunung Semeru merupakan puncak tertinggi di pulau Jawa. Pada ketinggian 2400 meter diatas permukaan laut terdapat suatu danau yang sangat indah dan juga biasa disebut oleh pendaki lainnya sebagai surganya gunung Semeru, yaitu Ranukumbolo. Menghabiskan waktu sekitar empat jam berjalan kaki dari ranupani untuk sampai di ranukumbolo. Danau ini jika terlihat dari atas berbentuk love. Jalur pendakian gunung Semeru ini lumayan santai dan landai, jadi tidak terlalu menghabiskan tenaga. Tetapi jalur untuk menuju puncak Mahameru lah sangat ekstrim. Tanjakan dengan kemiringan yang sangat curam ditambah jalur tersebut terbuat dari pasir yang membuat kita susah untuk berjalan dan bebatuan juga sering berjatuhan dari sisi atas.

Mountaineer Sharing Association

Gunung SemeruPada hari keempat keberadaan saya dan rombongan di gunung Semeru, kami bersiap untuk segera kembali turun. Kepuasan yang tiada duanya setelah kami merasakan kesuksesan dalam berjalannya event estafet ini. Maka dari itu bentuk perayaan kesuksesan tersebut kami putuskan untuk pergi bersantai dan refreshing menuju kota keraton, Yogyakarta. Di Yogyakarta kami menginap dirumah bapak Yadi yang merupakan orang tua dari salah satu teman yang berada di Yogyakarta. Sungguh suatu keluarga yang sangat elok, damai dan hangat, yang membuat kami sangat merasa nyaman berada didalamnya. “Terima kasih banyak bapak Yadi dan keluarga atas semua suguhan yang telah diberikan kepada kami”.

Jalan-Jalan (30)Jalan-Jalan (40)Waktu memang tak terasa sangat cepat berjalan. Sehingga kami meninggalkan Yogyakarta untuk menuju ke Jakarta mempersiapkan segalanya untuk kembali ke daerah asal, yaitu kota Padang. Perjalanan yang sangat panjang namun terasa begitu singkat dan alangkah berkesannya.

“Kau tak akan bisa melintasi hutan belantara hanya dengan berdiri dan memandangi pepohonan tinggi saja”.
“Sebuah perjalanan beribu-ribu kilometer harus dimulai dengan satu langkah awal”.
“Dunia adalah sebuah buku dan mereka yang tidak berpetualang adalah mereka yang hanya membaca satu halaman saja”.
Terima kasih tuhan, terima kasih sahabat-sahabat seperjalanan dan terima kasih Indonesia.

Sekian, Salam Satu Jiwa.
Mountaineer Sharing AssociationLogo

 

Prusiking In Gunung Raung

Berawal dari membaca sebuah buku sekitar delapan tahun lalu yang berjudul “Mari Mendaki Gunung dari Leuser sampai Carstensz “. Ingin mewujudkan sebuah mimpi, suatu saat kaki-kaki kecil ini menapaki rimbamu.

Bulan Juni 2011 dihari ke dua puluh tiga, dengan perbekelan materi Single Rope Teknik (SRT), map topografi gunung raung, GPS, 50 meter tali karmanter, 22 carabiner, 2 harness dan 10 webbing ditambah tali prusik. Dan juga hal lain yang kami rasa perlu. Persiapan selesai dan kami pun berangkat dari stasiun Senen menuju stasiun Gubeng, Surabaya.

Gunung Raung merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen yang terdiri dari beberapa gunung, diantaranya Gn.Suket (2.950mdpl), Gn.Raung (3.332mdpl), Gn.Pendil (2.338mdpl), Gn.Rante (2.664mdpl), Gn.Merapi (2.800mdpl), Gn.Remuk (2.092mdpl), dan Kawah Ijen.
Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnva di pulau Jawa. Keunikan dari puncak gunung Raung adalah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar lima ratus meter, yang selalu berasap juga menyemburkan api dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih seratus meter. Gunung.Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya yang juga dikelilingi oleh banyak puncak kecil, dan merupakan salah satu gunung dengan jalur pendakian terberat di pulau Jawa.

1

2

 

 

 

 

 

 

Seharian menghabiskan waktu untuk tiba di stasiun Gubeng, istirahat sejenak dan kami langsung menaiki kereta api Sri Tanjung untuk menuju stasiun Kalibaru. Dalam perjalanan, salah seorang kawan mencoba menghubungi seorang porter untuk pendakian dan juga yang akan menjemput kami setelah tiba. Pak Mus, namanya.
Kuning matahari sore menyambut kami setelah tiba di stasiun Kalibaru. “rombongan MOSSAS ya mas ?”. Tiba-tiba seorang pria berperawakan tinggi dan kekar datang menghampiri. “Saya pak Mus” Lanjutnya mempertegas siapa dirinya. Kami langsung menjabatkan tangan kepadanya, memperkenalkan diri masing-masing.
Di depan stasiun, sebuah kendaraan milik pak Mus telah menanti untuk mengantarkan kami menuju kediamannya di dusun Wonorejo. Menjelang pendakian esok hari saya beserta kawan-kawan akan bermalam disini dan segala sesuatu kebutuhan untuk mendaki juga akan dipersiapkan.

Kokok ayam bertanda pagi datang dan kaki akan segera dilangkahkan menuju hutan penengah puncak Bendera tersebut. Pondok pak Sunarya, ya itulah tujuan kami yang pertama untuk pagi ini. Yang letaknya juga tak jauh dari batas hutan.
Setelah mengisi persedian air sebanyak empat puluh dua liter saya dan kawan-kawan bersiap memulai langkah panjang ini.

 

34

 

 

 

 

 

 

5

“Bismillahirrahmanirrahim” pun terucap tanda sebuah langkah dengan niat yang baik. Memulai dari camp 1 menuju camp 2 trek yang dilalui masih belum terlihat menanjak dan waktu normal untuk menuju camp 2 ini sekitar kurang lebih dua jam. Berada pada ketinggian 1431mdpl. Tempat yang cukup luas untuk beristirahat sambil menikmati makan siang yang telah disiapkan oleh sang istri pak Mus, tadi pagi.
Kenyang dilanjutkan dengan sendawa menambah stamina melanjutkan perjalanan menuju Camp 3, jalur pendakian semakin berat. melalui trek menanjak mengikuti punggungan. Hutan yang rapat dan juga bersebelahan dengan jurang, terkadang juga melompati pohon-pohon tumbang dan lorong. Setelah berjalan selama satu setengah jam kami pun sampai pada ketinggian 1656mdpl tersebut.
Lanjut menuju camp 4, trek yang dilalui pun tak banyak berubah. Dua setangah jam setelahnya kami sampai di camp 4 (pondok cemara) yang terletak pada ketinggian 1855mdpl. Dan rombongan memutuskan beristirahat menunggu esok pagi.

6

7

 

 

 

 

 

Secangkir kopi panas hangatkan jiwa, membangunkan syaraf yang kaku. Melanjutkan perjalanan menuju camp 5 (2115mdpl) dan camp 6 (2285mdpl) yang treknya semakin terjal dan sempit yang mana dibagian kanan dan kiri adalah jurang. Berjalan selama sekitar dua jam kami pun tiba di camp 6 dan beristirahat sejenak. Beranjak meninggalkan camp 6 menuju camp 7 (2541mdpl) yang mendekati puncak gunung Wates. Areal yang cukup terbuka dan berangin kencang hendak mendatangkan rasa dingin. Di areal ini mata bias memandangi lembah hijau gunung Raung dan pegunungan Iyang Argopuro. Matahari hendak terbenam dan langkah pun dipercepat menuju camp 8 (2876mdpl). Untuk sampai ke camp 8 banyak rintangan yang harus dilewati seperti; pohon berduri dan jurang. Membutuhkan konsentrasi lebih untuk berjalan pada trek tersebut. Sesampainya saya beserta rombongan dengan kondisi sangat lelah, kami memutuskan untuk bermalam di camp 8. Api unggun terangi kelam malam yang mulai merubah suasana menjadi lebih santai.

treenngg.. treenngg..” Nyaring alarm membangunkan kami untuk mengucapkan dan segera melakukan “SUMMIT AND SUMMIT AGAIN”.
ayoklah buru, keburu dingin nih” ajakan salah seorang kawan dengan ekspresi sedikit menggigil. Ini adalah rute terakhir untuk mencapai puncak, terjal juga banyak menemui bunga edelweiss dan vegetasinya pun semakin jarang. Setelah berjalan kurang lebih selama satu jam tepat pada pukul enam pagi kami sampai di camp 9(3023mdpl).
“Ke sejati mas ?” lontar pertanyaan seorang rombongan dari Mahapala Jember yang bertemu di camp 9. “Iya mas, kita tunggu di Puncak Bendera aja ya” jawab saya terhadapnya.

8

Lanjut melangkah menuju Puncak Bendera (Puncak gunung Raung) dan inilah rute terakhir dan juga yang paling ekstrem yang musti dilewati mencapai Puncak Sejati. Kami menggunakan pengaman tubuh seperti; harnest, carabiner dan lainnya. Yang dikaitkan satu sama lain pada tali karmantel dengan jarak tertentu dan berjalan secara beriringan. Disiplin dan kerja sama lah yang sangat diperlukan saat itu. Kiri kanan jurang, lengah sedikit nyawa menjadi tantangan.
Melewati titik ekstrim pertama kami terus berjalan menanjak menuju Puncak 17 atau piramida, inilah detik-detik kritis. Batuan dan pasir yang rapuh sangat menuntut rasa hati-hati. Jalur pemanjatan kembali dilaksanakan, leader melakukan artificial climb. Tiba di puncak 17, fix rope pun dipasang untuk dilalui orang selanjutnya dengan teknik prusiking.

9

Dari Puncak 17 kami turun satu persatu dengan menggunakan tali menggunakan teknik rappeling. Kemudian kami berpindah ke punggungan berikutnya sebelum menuju punggunan Puncak Sejati. Dan akhirnya tibalah dititik ekstrim selanjutnya menuruni tebing setinggi lima belas meter dan menggunakan teknik rappelling.
Batuan pada punggungan jalur menuju Puncak Sejati relatif lebih kuat sehingga kami dapat mendaki tanpa bantuan tali. Nampak jauh di atas batu-batuan runcing Puncak Tusuk Gigi (bentuknya menyerupai tusuk gigi) tibalah kita di puncak tusuk gigi yang tedapat banyak bebatuan besar,setelah itu dari puncak tusuk gigi kita melipir ke belakang dan kemudian berjalan agak menanjak sekitar 100 meter tibalah kita di tempat yang menjadi tujuan akhir dari pendakian ini, ya itulah Puncak Sejati Gunung Raung. ditandai dengan sebuah triangulasi dan plang puncak sejati serta pemandangan sebuah kawah besar yang masih aktif yang setiap saat mengeluarkan asapnya. Puas menikmati pemandangan dari Puncak Sejati, kami segera turun untuk kembali menuju Camp 8.

11

12

Pagi menjelang dan sarapan pun disiapkan untuk pagi ini. Letih bercampur bahagia terisi dalam hati kami masing-masing telah mencapai Puncak Sejati Gunung Raung. Semua selesai, kami menyegerakan untuk turun dan menuju kediaman pak Mus.

“Alhamdulillah” kami bersyukur bisa mencapai Puncak Sejati Raung dan menapaki kaki-kaki kecil ini di rimbanya.

Salam Satu Jiwa!!
1015569_527797183952816_998359606_o

 

 

 

                                                                                                               Tulisan dan Foto oleh : Aprianto Putra

Pendakian Bersama “Estafet NTB-Jawa”

Flyer

 

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamuallaikum Wr.Wb
Sahabat penggiat alam dan Backpacker..salam Carrier dan Ransel.
Kami selaku panitia pelaksana Pendakian Bersama Estafet NTB – JAWA,
Mosass Sumatera barat ingin menggajak Rekan² semua berpartisipasi dalam acara Pendakian Bersama MT. Rinjani , MT. Semeru Yang Insyaallah akan di selenggarakan pada tanggal 31 Juli – 20 Agustus 2014.

Tujuan diadakanya EVENT ini adalah semata mata untuk mempererat tali SILLATURAHMI Antar sesama penggiat alam dan Backpacker Indonesia
Sekira nya Sahabat penggiat alam dan Backpacker Indonesia bisa menyempatkan diri dalam acara tersebut.

JALUR PENDAKIAN :

Rinjani :
Start dari Sembalun turun Senaru

Semeru :
Start dari Ranupani
TEKNIS PENDAFTARAN :

• Peserta terbuka untuk umum dan kuota terbatas (45-50 orang).
• Biaya pendaftaran sebesar Rp. 3.000.000
• Calon peserta di wajibkan untuk membayar DP sebesar Rp.500.000
• Biaya bisa dibayar secara berangsur (max. 4 kali)
• Peserta yang memiliki penyakit khusus (asma, hipertensi, jantung, diabetes, epilepsy, DLL ) dianjurkan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu dan mempersiapkan obat obatan pribadi.
• Setiap peserta wajib membawa surat dokter.
• Setiap peserta wajib membawa Photo Copy KTP 3 ( Tiga ) Lembar
• Panitia tidak menanggung makan peserta selama pendakian.
• Peserta Membayar Biaya keikutsertaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku paling lambat Tgl. 20 April 2014
• Untuk calon peserta yang berada di luar Padang bisa melakukan koordinasi dengan panitia tentang hal pemberangkatan.

PERLENGKAPAN WAJIB PESERTA :

• Carriel Min.60 liter.
• Jaket (pakaian hangat).
• Senter/lampu badai/alat penerangan lainnya.
• Jas Hujan/Ponco/Raincoat (wajib)
• Sleepping Bag (Kantong tidur)
• Logistik/makanan selama di pendakian berjalan ( 4hari 3 malam ) Untuk di Gunung Rinjani dan ( 3 Hari 3 malam ) Untuk Gunung Semeru..Lebih baik lebih dari pada kurang
• Obat – obatan pribadi
• Makanan kecil atau snack selama pendakian
• Tenda Dome (*)
• Perlengkapan Masak + Makan
• Webbing / tali (jika perlu)
• Sarung tangan
• Sepatu Trekking (dianjurkan)
• Kaos kaki secukupnya
• Pakaian Secukupnya disesuaikan dengan Lama Berpetualang/pendakian
• Perlengkapan Lainnya sesuai kebutuhan
• Sunglass, Payung, Topi Rimba

(*) Bagi peserta yang tidak mempunyai perlengkapan yang dimaksud, diharapkan untuk memberi tahu panitia.

KONFIRMASI PENDAFTARAN :

Seluruh peserta harap melakukan konfirmasi ulang sebelum tgl
10 April 2014, bagi yang melewati batas pendaftaran dan tidak ada konfirmasi dianggap BATAL, DP tidak dapat dikembalikan tetapi diganti dengan atribut

KETERANGAN LAIN-LAIN :

1. Peserta yang memiliki tenda memperkenankan peserta lain yang tidak membawa tenda untuk bergabung.
2. Jadwal acara bersifat tentative dan sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi di lapangan (seperti, kondisi alam yang tidak memungkinkan untuk didaki, karena aktivitas vulkanik gunung sedang meningkat dan bisa menimbulkan bermacam resiko)
3. Dilarang keras membawa NARKOBA dan MINUMAN KERAS selama mengikuti trip

KET : Acara Sewaktu – Waktu Dapat Berubah, Tergantung Keadaan Di Lapangan..

Terima Kasih..
wassalamualaikum wr wb..
Salam Satu Jiwa.

1015569_527797183952816_998359606_o

Gunung Talakmau Pasaman Barat

Perencanaan perjalanan yang begitu mendadak, ketika salah seorang kawan mendapatkan tawaran mengikuti acara pendakian bersama ke Gunung Talakmau, Pasaman Barat. “Baa ikuik ndak mandaki talakmau bisuak ?” Tanya seorang kawan yang mendapat tawaran yang juga kebetulan seorang pendaki senior. Malam itu kami enam sekawan fix untuk ikut acara tersebut yang akan berangkat menuju Pasaman Barat besok.

Kamis pagi ini cuaca terlihat cerah dan sepertinya kami mendapatkan dukungan yang sangat penuh dari alam untuk melakukan perjalanan. Hidangan secangkir kopi yang terletak diatas meja tinggallah sedikit, pertanda waktu bersantai pagi ini akan dilanjutkan dengan packing persiapan perjalanan.
Tepat pukul 11.00 WIB kami sudah berkumpul di salah satu rumah seorang kawan untuk mengecek semua persiapan sebelum berangkat.  

“Alah sadonyo? Barangkek kito lai?” Saut semangat kawan berkulit hitam yang menjadi leader dalam perjalanan kali ini. “bruum.. brumm..” Suara bunyi gas sepeda motor mulai membisingkan telinga, kami akan segera berangkat. Empat jam perjalanan dari Padang menuju Pasaman Barat lumayan membuat ekor terasa sakit. Tiga belas orang rekan dari acara pendakian bersama Gunung Talakmau sudah menunggu kami di Pasaman.                                Gambar

Gambar

Gunung Talakmau atau juga disebut Gunung Ophir yang memiliki ketinggian 2982 mdpl adalah gunung tertinggi di Sumatera Barat yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat. Gunung Talakmau ini termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif dan letaknya bergandengan dengan Gunung Pasaman, yang hanya di pisahkan oleh sebuah sungai. Untuk mendaki gunung ini bisa dilakukan dari Desa Pinaga, biasanya ada penawaran jasa antar menggunakan mobil offroad untuk para pendaki menuju pintu rimba Gunung Talakmau. Dari Desa Pinaga menuju pintu rimba menghabiskan waktu sekitar satu jam jika menggunakan jasa antar. Cukup lama dan melelahkan juga kalau dilakukan dengan berjalan kaki.

Empat puluh lima menit perjalanan diatas mobil kami telah ditelan oleh gelapnya malam. Angin yang bertiup kencang malam itu membuat kami memutuskan untuk mendirikan tenda malam itu di pintu rimba, dan perjalanan akan dilanjutkan besok pagi. Mungkin agak riskan rasanya jika meneruskan perjalanan malam itu. “Malam teman terbaiknya adalah kopi hitam” Terdengar suara celotehan salah satu rekan berpostur tinggi kurus dari arah belakang saya yang sedang asik membongkar tas mencari kopi.

Makhluk-makhluk kecil penghisap darah yang dikenal dengan nama pacet menjadi salah satu kawan perjalanan kami menelusuri hutan Gunung Talakmau. Di hutannya yang masih rapat dengan pepohonan, para pacet itu berjaya layaknya penguasa hutan. Gerakannya seolah penari balet, tubuhnya melengkung kemudian lurus dengan gesitnya lalu menempel dan menjalar di kaki kami. Pacet hijau yang berada diantara dedaunan juga ikut-ikutan menggapai tubuh kami sewaktu perjalanan. Bekas gigitan yang tak terhitung, hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada pacet-pacet yang telah menghisap darah kami.

GambarGambar

Gunung Talakmau memiliki pos-pos untuk istirahat yang tentunya juga dilengkapi fasilitas sumber mata air. Yaitu, pertama, Posko Rindu Alam di ketinggian 1100m dpl yang memiliki sumber air berupa sungai kecil yang mengalir jernih. Kedua, posko Bumi Sarasah di ketinggian 1860m dpl yang juga memiliki sumber air berupa sungai kecil. Setelah menghabiskan beberapa teguk kopi dan makanan kecil di posko Bumi Sarasah kami melanjutkan perjalanan menuju posko Paninjauan yang berjarak sekitas 2,5 jam perjalanan dan juga tentunya trek nya lebih curam daripada yang sebelumnya.

“Hari lah sore kawan-kawan, mungkin kini wak camp disiko dan bisuak pagi baru kito lanjutkan ke puncak”. Komando dari leader kami yang berambut ikal dan badan agak pendek itu, setelah kami sampai di posko Paninjauan. Angin bertiup lebih kencang yang rasa dinginnya merasuki tulang, kami pun bergegas mendirikan tenda dan mempersiapkan segala sesuatu untuk makan malam. Namanya juga gunung, kalo dingin itu ya sudah pasti.

Mendaki Gunung Talakmau bisa memakan waktu sekitar 10-12 jam perjalanan. Maka dari itu kita memang harus mempersiapkan kondisi yang fit karena treknya yang jauh dan juga memutar-mutar. “Masih jauh, Bro?”. Tanya saya kepada rekan yang berjalan di depan. Jawaban orang tetap sama kalau ditanya soal itu, “Dua kelokan lagi”. Yang sudah bosan juga saya mendengarnya.

GambarGambar

Gunung Talakmau ini selain memiliki keindahan yang berbeda juga memiliki keunikan tersendiri. Gunung ini memiliki sebanyak tiga belas telaga yang sangat indah, tapi bagi para pendaki biasanya hanya terlihat sekitar tujuh telaga di gunung ini. Dan juga dipuncaknya juga terdapat satu kubah masjid yang masih kokoh sampai sekarang.

Nama-nama telaga yang ada di Gunung Talakmau :
1.   Talago Puti Sangka Bulan.
2.   Talago Tapian Sutan Bagindo.
3.   Talago Tapian Puti Mambang Surau.
4.   Talago Siuntuang Sudah.
5.   Talago Puti Bungsu.
6.   Talago Rajo Dewa.
7.   Talago Satwa.
8.   Talago Lumuik.
9.   Talago Biru.
10. Talago Mandeh Rubiah.
11. Talago Imbang Langik.
12. Talago Cindua Mato.
13. Talago Buluah Parindu.

Alam bebas telah memperlihatkan segalanya pada kita, dari yang kita mengerti sampai yang tidak mengerti sedikitpun. Keindahannya dan kebuasannya memberi kita pelajaran betapa Maha Kuasa dan Maha besarnya sang Khalik.

Jadi apa pengertian Alam Bebas menurut pribadi anda .. ??
Mungkin kita telah memiliki jawabannya masing-masing.

GambarGambarGambar